Teman-teman
pasti sering denger kalau Nabi suka banget sama kucing,
tapi
emangg Nabi sayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan mulia.
Banyak
kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang
yang
banyak berkeliaran disekitar manusia).
Bahkan
Nabi juga memiliki kucing peliharaan
Stiap
Nabi menerima tamu di rumah, nabi SELALU ngegendong mueeza (nama kucingnya) dan
ditaruh dipahanya.
Salah
satu sifat Mueeza yang paling nabi demen:
'Mueeza
selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya ky ngikutin
lantunan suara adzan'
Nabi
berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga
sendiri.
Terus,
pernah juga nabi mau ngambil jubahnya, eh ada Muezza lagi bobo diatasnya.. Nabi
pun memotong belahan lengan yang ditiduri mueeza dari jubahnya supaya ga
ngebangunin Muezza.
Pas
Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya.
Sebagai
balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing
itu
pertanyaaan:
Nabi
menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis.
Bahkan
diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap
suci.
Kenapa
Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak
najis?
Lalu,
bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
oke!
sekarang ane bakal nunjukin kesuperistimewaan dari KUCING!
inilah
alasan kenapa Nabi sayang Kucing
cekidot!!
FAKTA
ILMIAH TENTANG KUCING ...
FAKTA
1
Pada
kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri.
Otot
kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan
lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini
bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk
membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang
jatuh dari lidahnya.
Sedangkan
lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya
yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa
di badannya.
(makanya
gigi kucing ga ada yg koneng gan )
FAKTA
2
Telah
dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia,
perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut,
dan ekor.
Pada
bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.
Di
samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus.
Terus
diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
Hasil
yang didapatkan adalah:
1.
Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan
berulang-ulang.
2.
Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika
dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3.
Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif
berkuman.
4.
Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk
kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh
manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan
taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5.
Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
Berbagai
sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan
bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba.
Liurnya
bersih dan membersihkan.
Komentar
Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman
Menurut
Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang
sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
Jika
kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
Dr.
Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
manusia
1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
Dokter
hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing
memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
Kucing
tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan
bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
Kucing
juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tdk banyak berjemur dan
tidak dekat2 dgn air.
Tujuannya
agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya
kuman pada tubuh kucing.
FAKTA
3
Dan
hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium
hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih
dari manusia.
mukjizat
hadits nabi:
Sisa
makanan kucing hukumnya suci.
Hadis
Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah,
masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.
Pada
saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum.
Lantas
ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah
berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”
Ia
menjawab, “Ya.”
Lalu,
Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia
binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”
(HR
At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan
dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke
Bathhan suatu daerah di Madinah.
Lalu,
beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu,
Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana.
Namun,
seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai
kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi
ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk
perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan
dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya
memberikan Aisyah semangkuk bubur.
Namun,
ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia
memberikan isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya,
setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor
kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.
Ketika
ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang
disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah
Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah
melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing,
(HR
AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadis
ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu,
kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.
TAMBAHAN
ane
juga baca, kalau jaman dulu kucing dipakai buat terapi..
dengkuran
kucing yang 50Hz baik buat kesehatan CMIIW
selain
itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress
sumber:
ane
dapat dari browsingan.. lupa dimana
penelitian
dilakukan di rumah sakit Hamdan dan rumah sakit Yaman di Damaskus.
Nah,
dari fakta diatas dapat disimpulkan:
1.
makan, minum, bobo bareng kucing tidak apa-apa..
2.
kucing sangat bersih, melebihi manusia.
Namun
masalah yang timbul dari kucing biasanya karena kutu kucing dan alergi bulu
Soal
penyakit mandul untuk wanita, ga bakal terjadi kalau kucing tinggal di
lingkungan bersih, dikasih makanan yang sehat..
(tentunya
daging-dagingan karena mereka karnivora, atau makanan kucing yg di toko2 juga
bisa)
Sekarang,
apakah pantas kucing dibunuh karena mencuri ikan?
Kalau
itu kucing piaraan agan, agan wajib mendidik kucing dengan cara yang baik.
Kalo
dikasi makanan yg cukup, diajarin makanan mana yang ga boleh disentuh,
disayang,
diperhatiin,
pasti
kucing ga bakal ngelanggar aturan dari agan..
Ketidaktanggungjawaban
kita sama piaraan sendiri justru yang berakibat buruk
Terus
gimana sama binatang lain?
Semut,
nyamuk, cicak, kecoa, tikus, dan semua binatang-binatang lain yang tidak kita
pelihara?
Apa
boleh kita bunuh?
Kalo
menurutku sih sebaiknya JANGAN.. Membunuh binatang sendiri juga ada
ketentuannya
Menurut
pendapatku:
Binatang
baru boleh dibunuh untuk 2 alasan:
1.
Dimakan, dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.
2.
Gangguan yang membahayakan jiwa.
poin
2 yang ane tekanin,
-
Misal ada hama menyerang tanaman padi, bisa dibunuh dengan pestisida atau naro
predator alaminya.
-
Misalnya ada buaya segede rumah menyatronin rumah warga, makan sapi sekali hap,
makan bayi ky ngemil, nah itu boleh di ko'it in
-
Ular masuk rumah?? Tunggu dulu! kasih peringatan buat pergi (sampai 3 hari
diperingatin, nah kalo udh 3 hari dia masih betah di rumah, mending dijadiin
dompet aja gan
-
nyamuk aides agepty, semprot gan.. crooott..
Jd
selama ada cara lain buat mengusir binatang2 yang jadi pengganggu,
menurut
ane akan lebih bijak untuk dilakukan daripada langsung membunuh binatang itu.
Kalo
kita ngejaga kebersihan lingkungan.. tikus, nyamuk sm kecoa juga ga bakalan
betah (inget2 lagunya enno lerian )
Tambahan
:
Rasululloh
ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam telah melihat wanita yang mengikat kucing ini
berada di Neraka manakala beliau melihat Surga dan Neraka pada shalat gerhana.
Dalam Shahih Bukhari dari Asma binti Abu Bakar bahwa Rasululloh ShallAllohu
‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Lalu Neraka mendekat kepadaku
sehingga aku berkata, ‘Ya Rabbi, aku bersama mereka?’ Aku melihat seorang
wanita. Aku menyangka wanita itu diserang oleh seekor kucing. Aku bertanya,
‘Bagaimana ceritanya?’ Mereka berkata, ‘Dia menahannya sampai mati kelaparan.
Dia tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makan.” Nafi’
berkata, “Menurutku dia berkata, ‘Mencari makan dari serangga bumi.”
Muslim
meriwayatkan dari Jabir hadits Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam yang
melihat seorang wanita yang mengikat kucing berada di Neraka. Di dalamnya
terdapat keterangan bahwa wanita itu berasal dari Bani Israil. Dalam riwayat
lain disebutkan bahwa wanita itu berasal dari Himyar.
TAKHRIJ
HADITS
Hadits
tentang kucing dalam Shahih Bukhari dalam Kitab Bad’il Khalqi, bab”Jika lalat
jatuh ke dalam bejana salah seorang dari kalian” (VI/356), no. 3318. Dan dalam
Kitab Ahaditsil Anbiya’, no. 3482. Dan dalam Kitabul Musaqah, bab keutamaan
memberi minum, 5/41, no. 2365.
Hadits
ini diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah dan Abdullah
bin Umar dalam Kitabus Salam, bab ”Diharamkannya membunuh kucing” (4/1760, no.
2242-2243).
Hadits
tentang Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam melihat seorang wanita yang
mengikat kucing diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitabul Adzan
dan Asma’ binti Abu Bakar (2/231, no. 745) dan Kitabul Musaqah Abdullah,
keutamaan memberi minum air (5/41) no. 2364.
Adapun
riwayat Muslim tentang Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam melihat wanita
yang menyiksa kucing terdapat dalam Kitabul Kusuf, bab apa yang diperlihatkan
kepada Rasululloh dalam shalat Kusuf, 2/622, no. 904.
PENJELASAN
HADITS
Ini
adalah kisah wanita Himyariyah Israiliyah yang mengurung seekor kucing, tetapi
dia tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati karena kelaparan
dan kehausan. Ini menunjukkan kerasnya tabiat wanita itu, betapa buruk
akhlaknya, serta tiadanya belas kasih di hatinya. Dia sengaja menyakiti. Jika
di hatinya terdapat belas kasih, niscaya dia melepaskan kucing itu. Dan
sepertinya dia mengurungnya sepanjang siang dan malam. Ia merasakan haus dan
lapar dengan suara yang memelas meminta bantuan dan pertolongan. Suara dengan
ciri tersendiri yang dikenal oleh orang-orang yang mengenal suara. Akan tetapi,
hati wanita ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing itu.
Dia tidak menghiraukan harapan dan impiannya. Suara itu melemah, lalu seterusnya
menghilang. Kucing itu mati. Ia mengadu kepada Tuhannya tentang kezhaliman
manusia yang hatinya keras dan membatu.
Jika
wanita ini ingin agar kucing ini tetap di rumahnya, dia mungkin saja memberinya
makan dan minum yang bisa menjaga hidupnya. Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa
Sallam telah menyampaikan kepada kita bahwa kita meraih pahala dengan berbuat
baik kepada binatang. Jika dia enggan memberinya makan yang menjaganya dari
hidup, maka dia harus melepasnya dan membiarkannya bebas di bumi Alloh yang
luas. Ia pasti mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. Lebih-lebih,
Alloh telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan
orang, begitu pula serangga-serangga yang ditangkapnya.
Perbuatan
ini telah mencelakakan wanita tersebut, sehingga dia masuk Neraka. Rasululloh
ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya
di Neraka. Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya. Beliau melihat
itu manakala Surga dan Neraka diperlihatkan kepadanya pada saat shalat gerhana.
PELAJARAN-PELAJARAN
DAN FAEDAH-FAEDAH HADITS
1.Besarnya
dosa orang-orang yang menyiksa binatang dan menyakitinya dengan memukul dan
membunuh. Wanita ini masuk Neraka karena dia menjadi sebab kematian seekor
kucing.2.Boleh menahan binatang seperti kucing, burung, dan sebagainya, jika
diberi makan dan minum. Jika tidak mampu atau tidak mau, maka hendaknya
melepaskannya dan membiarkannya pergi di bumi Alloh yang luas untuk mencari
rizkinya sendiri.3.Di Akhirat, manusia diadzab sesuai dengan perbuatannya di
dunia. Wanita ini diserang oleh seekor kucing di Neraka dengan mencakari
tubuhnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Toxoplasmosis,
Siapa Takuut….?!!
Kalau
ada yang paling trauma dengan Toxoplasmosis tentulah dia dari kalangan ibu atau
para wanita. Betapa tidak, konon Toxoplasma adalah penyebab kemandulan wanita
atau hidrocephalus pada bayi yang dilahirkannya.
Toxoplasma
juga erat dihubunga-hubungkan dengan “si meong” yang biasa berkeliaran di
sekitar rumah kita. Maka tak heran jika akibatnya si pus lucu yang tak berdosa
itu menjadi “kambing hitam” bahkan lebih parah, menjadi “monster” yang dibenci
dan ditakuti oleh sebagian orang, terutama ibu-ibu atau para wanita tadi.
Sebenarnya apa sih Toxoplasmosis itu? Dan benarkah tuduhan yang ditujukan pada
kucing sebagai penyebab timbulnya Toxoplasmosis pada manusia? Tulisan ini
mencoba menjawab keresahan yang ditimbulkan akibat kurangnya pengetahuan kita
tentang seluk beluk Toxoplasmosis dan cara penularannya.
Penyakit
Toxoplasmosis berasal dari infeksi parasit Toxoplasma gondii, perlu
digarisbawahi “parasit” bukan virus seperti yang sering salah kaprah
ditudingkan oleh orang-orang yang “emoh” dengan kucing. Parasit Toxoplasma ini
berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop
elektron. Toxo artinya lengkung dan plasma artinya bentuk karena memang parasit
ini berbentuk seperti bulan sabit jika dilihat dengan mikroskop. Sedangkan
gondii diambil dari nama hewan sejenis tikus yang diketahui pertama kali
mengandung organisme ini yaitu pada tahun 1908 di Tunisia, sedangkan pada
manusia baru ditemukan pada tahun 1923 di Cekoslowakia.
Bagaimana
penularannya pada manusia?
Pemahaman
yang sering berkembang di masyarakat awam adalah bahwa Toxoplasma adalah virus
yang terdapat pada bulu atau kotoran kucing dan dapat menimbulkan kemandulan
wanita atau cacat (hydrocephalus) pada bayi yang dilahirkannya. Pemahaman ini
harus segera diluruskan. Bahwa Toxoplasma bukanlah virus telah dijelaskan di
atas. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu: yang pertama,
secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita
makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah
mencemarinya. Kedua, memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, atau anjing yang
mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang). Ketiga,
infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan. Seorang ibu hamil yang
terinfeksi Toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya,
penularan ini disebut penularan secara congenital. Dan yang keempat adalah
melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan
menderita toxoplasmosis. Itu saja!
Satu
hal yang juga perlu dicermati adalah bahwa penyakit ini tidak mengenal gender,
artinya ia tidak saja menginfeksi wanita tapi kaum pria pun tidak sedikit yang
terinfeksi. Penyakit ini pada umumnya tergolong penyakit yang asimptomatis,
maksudnya tidak menampakkan tanda-tanda klinis pada korban yang terinfeksi.
Penderita toxoplasmosis juga tidak selalu menyebabkan kemandulan atau keguguran
si jabang bayi, tapi bisa juga menyebabkan radang paru-paru, hydrocephalus, gangguan
penglihatan sampai kebutaan. Tapi sering pula tidak menimbulkan gangguan
apa-apa. Biasanya Toxoplasmosis akan menampakkan gejala klinis jika ada
interkurensi infeksi misalnya dengan virus atau protozoa lain atau pada kondisi
stress dan immunosupresi (penurunan daya tahan tubuh, seperti pada penderita
kanker dan AIDS).
Lantas,
hubungannya dengan kucing?
Kucing
dan juga hewan-hewan lain dari famili Fellidae seperti cheetah, leopard dan
lain-lain merupakan induk semang defenitif dari Toxoplasma gondii, penyebab
toxoplasmosis. Jadi seandainya di dunia ini tidak ada kucing dan hewan
sebangsanya itu maka parasit toxo pun tak dapat menyempurnakan siklus hidupnya.
Tapi lantas bukan berarti kita harus “menghabisi” hewan yang disayang Nabi ini.
Tidak semua kucing harus dituduh sebagai penyebab toxoplasmosis, sangat kasihan
jika ternyata mereka harus ditelantarkan. Pun sesungguhnya tak hanya kucing
yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena pada hakekatnya semua hewan
berdarah panas termasuk burung dan mamalia bisa terinfeksi parasit ini, yaitu
sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host). Hanyasaja hewan-hewan
intermediated host ini tidak bisa menulari manusia selama kita tidak
mengkonsumsinya. Beda dengan kucing. Karena pada usus halus kucinglah
Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya, dan akan dikeluarkan
bersamaan dengan feces/kotorannya. Mungkin karena alasan inilah maka kucing
menjadi “sangat berdosa” bagi sebagian kita sementara sapi, kambing, ayam,
anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di
tubuhnya. Ini tidak adil, bukan? Lantas, perlakuan “adil” bagaimana yang
seharusnya kita tempuh agar kucing tak lagi tertuduh dan kita juga terhindar
dari bahaya? Berikut adalah tipsnya:
1.
Sediakan pasir/tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap
hari.
2.
Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa.
3.
Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu
mentah, tapi masaklah terlebih dahulu.
4.
Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada
parasit yang tertinggal di tangan.
5.
Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
6.
Hindari memakan daging mentah/setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar
telah dimasak sampai matang.
7.
Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan
(dilalap).
8.
Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun
mencuci daging/jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk
mengerjakannya.
9.
Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah
untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma. 10. Jika anda memelihara
kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakannya buang kotoran
tidak sembarangan yaitu di kamar mandi sehingga mudah dibersihkan.
Terakhir,
sesungguhnya bukan sebab seseorang memelihara kucing atau tidak, juga bukan
karena seseorang “akrab” dengan kucing atau tidak yang membuka peluang terkena
penyakit toxoplasmosis ini, melainkan bagaimana cara orang tersebut menjaga
kebersihan diri dan lingkungannya. Karena seorang yang teramat “anti” dengan
kucing pun bisa saja terinfeksi Toxoplasma jika tidak peduli dengan kebersihan.
Misalnya malas mencuci tangan saat hendak makan atau gemar memakan daging
mentah / setengah matang. Dan sebaliknya, seorang yang hidup dengan banyak
kucing disekelilingnya bisa tetap aman dari toxoplasmosis selama dia peduli dan
menjaga kebersihan. Mudah-mudahan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan
sekitar rumah kita terhindar dari ancaman Toxoplasma yang selama ini menakutkan,
hingga kitapun dapat berkata dengan tenang: “Toxoplasmosis, siapa takuuut…!!!”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar